


Berbagai Kenangan Situasi
Pengobatan Awal Terbayang kembali,
Ini beberapa
diantaranya......
Nursyifa, Cahaya
Kesembuhan
Obat
Mujarabnya: Al Fatihah
Suatu sore di teras sebuah rumah di daerah
Kali Pasir: ada sekitar 5 orang sedang khusuk memegang tasbih, mereka
berzikir. Di dalam ruang tamu tampak ada sekitar tiga orang bapak, ada
yang dengan istri dan anak mereka. Beberapa juga sedang berzikir.
Sesekali mereka saling bercakap- cakap. Seorang ibu yang cantik menemui
saya, kamipun berbincang sebentar. "Silakan baca ini dulu, ya!" ujarnya
sambil memberikan sebuah brosur. Dan ia kembali mengurusi tamu-tamunya
di dalam.
Tidak berani menyapa mereka yang sedang
tenggelam dalam zikirnya, sayapun membaca kertas yang diberikan tadi.
Tak lama, seorang wanita muda di samping saya (tampak berusia sekitar 25
tahunan) membuka pembicaraan. Ia bercerita bahwa sudah beberapa hari ini
ia mengikuti terapi penyembuhan di sana.
"Mbak sakit apa?" tanya saya ingin tahu.
"Saya dapat kiriman dari orang, waktu pertama kali ke sini, saya
ngamuk-ngamuk sampai menggigit.." Ya ampun, berarti orang ini kemasukan?
Semoga saja dia tidak ngamuk lagi sekarang. Ia meneruskan, "Sudah sejak
empat tahun yang lalu teman dekat saya mengisi saya dengan ilmu yang
saya tidak kuat. Kata orang, akibat dari ilmu ini hanya ada dua: gila
atau mati."
Tidak lama saya diminta masuk untuk menemui
pemilik rumah, Pak Haji Bambang dan Ibu Hj. Dewi yang tadi memberi saya
brosur. Suami istri yang cantik dan gagah ini menerima saya dengan
sangat hangat. Mereka meminta saya untuk duduk di ruang tempat proses
penyembuhan dilakukan, "Supaya tahu caranya." Seorang bapak duduk di
hadapan Pak Bambang. "Al Fatihahnya sudah seratus?" tanya Pak Haji
Bambang. Ia diminta untuk membaca beberapa ayat lagi, termasuk beberapa
kali kalimat syahadat. Kemudian Pak Bambang menyentuhkan ujung-ujung
jari kedua tangannya ke punggung si bapak.
Sambil berbincang-bincang dengan Ibu Dewi
dan anak tertuanya, saya memperhatikan proses terapi itu berlangsung.
Tiba-tiba Pak Bambang memanggil sang anak, "Tolong ambilkan telornya!"
Kemudian saya menyaksikan tangan Pak Bambang seperti menangkap sesuatu
yang keluar dari atas ubun-ubun sang pasien. Ia menggenggam erat
kepalannya, lalu tangannya seperti memasukkan sesuatu ke dalam sebutir
telur yang disodorkan anaknya. Tak lama ia tampak menangkap sesuatu
lagi, kemudian sekali lagi. "Ini mahluk jahat yang berdiam di dalam
tubuh," ujarnya. Hati saya mulai dek-dekan.
Kemudian setelah sekitar 20 menit, proses
terapi selesai. Pasien berikutnya ternyata adalah mbak yang tadi
mengobrol dengan saya di teras. Tidak berbeda dengan yang dilakukan pada
pasien pertama, Pak Bambang meletakkan tangan ke punggungnya. Bu Dewi
bercerita, "Anak ini dimasukkan banyak jin oleh bekas pacarnya."
Ternyata si bekas pacar yang kini telah menikah itu membuat gadis itu
tidak bisa hidup tenang selama bertahun-tahun dengan mengisi
mahluk-mahluk ke dalam dirinya.
Ibu Dewi-pun menceritakan tentang begitu
beragamnya keluhan yang dibawa tiap pasien setiap hari. Dari mulai
penyakit fisik yang sudah parah sampai kasus-kasus orang yang hidupnya
menjadi kacau karena memasang susuk dalam tubuh. Tiba-tiba pasien wanita
yang tampaknya sedang dialiri enerji kesembuhan itu mengeluarkan suara
mengerang yang aneh. Ternyata sisa mahluk-mahluk yang ada di dalam
dirinya marah tidak mau keluar. Sambil menggeleng-gelengkan kepala
dengan kencang, ia mengeluarkan suara melengking yang sangat keras tapi
dengan mulut tertutup rapat. Detak jantung saya makin kencang, saya
memegang tangan Bu Dewi, "Bu, ini nggak apa-apa?" Ibu Dewi menjawab
tenang, "Nanti diminta keluar sama Bapak."
Bersambung......
YAYASAN NURSYIFA'
Terapi NurSyifa' Secara Efektif Memberi Hikmah dan Manfaat yang Besar
NEXT
>>>

Do'a
- Usaha - Iman - Taqwa pada Allah SWT.
Tingkatkan Ibadah Dengan
Berzikir