|
" Berdasarkan Al-Qur'an & As-Sunnah "
> TEKNOLOGI AL QUR'AN < ARRU'YA BIL HAQ NURSYIFA' Arru'ya bil Haq Memasuki ke Alam Impian dalam keadaan Sadar sedang Bermimpi Definisi : Arti Arru'ya berasal dari kata " Roaa " artinya melihat. Dalam kalimat bahasa arab sering dikatakan " Roaa fii manaamihi " artinya melihat sesuatu dalam tidurnya yang artinya bermimpi. Ada kata lain dalam bahasa arab yang artinya mimpi yaitu : " Al Hulm " , seperti contoh dalam bahasa arab : " Halama fii manaamihi " artinya bermimpi dalam tidurnya. Jadi Arru'ya berarti mimpi, yang intinya melihat sesuatu dalam keadaan tidur atau keadaan tidak sadar. Arti bil Haq adalah dengan sebenarnya. Kesimpulannya " Arru'ya bil Haq " artinya bermimpi yang sebenarnya terjadi, bukan mimpi biasa sebagaimana kembangnya tidur. Kalimat Arru'ya bil Haq : Kalimat Arru'ya bil Haq dinuqil dari Al Quran surat Al Fath: 27.
27. Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan Sebenarnya (yaitu) bahwa Sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat (1405). Asbabun-Nuzulnya : (1405) Selang beberapa lama sebelum terjadi Perdamaian Hudaibiyah nabi Muhammad SAW. bermimpi bahwa beliau bersama para sahabatnya memasuki kota Mekah dan Masjidil Haram dalam keadaan sebahagian mereka bercukur rambut dan sebahagian lagi bergunting. nabi mengatakan bahwa mimpi beliau itu akan terjadi nanti. Kemudian berita Ini tersiar di kalangan kaum muslim, orang-orang munafik, orang-orang Yahudi dan Nasrani. setelah terjadi perdamaian Hudaibiyah dan kaum muslimin waktu itu tidak sampai memasuki Mekah Maka orang-orang munafik memperolok-olokkan nabi dan menyatakan bahwa mimpi nabi yang dikatakan beliau pasti akan terjadi itu adalah bohong belaka. Maka turunlah ayat Ini yang menyatakan bahwa mimpi nabi itu pasti akan menjadi kenyataan di tahun yang akan datang. dan sebelum itu dalam waktu yang dekat nabi akan menaklukkan kota Khaibar. Andaikata pada tahun terjadinya perdamaian Hudaibiyah itu kaum muslim memasuki kota Mekah, Maka dikhawatirkan keselamatan orang-orang yang menyembunyikan imannya yang berada dalam kota Mekah waktu itu. Mimpi baik dan mimpi buruk : Rasulullah memberi petunjuk tentang mimpi baik dan mimpi buruk dalam sabdanya : " Apabila salah seorang kamu melihat suatu mimpi yang disukainya, maka sesungguhya dia itu dari Allah, maka hendaklah ia mengucapkan: " Alhamdulillah " dan hendaklah ia ceritakan isi mimpi itu kepada orang lain. Tapi apabila ia melihat sesuatu yang tidak disukai dalam mimpinya, maka sesungguhnya ia itu dari syetan, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari kejahatannya, dan jangan ia ceritakan kepada seorangpun sebab dia itu tidak membahayakan " (HR. Attirmidzi). Dalam hadits ini memberi isyarat bahwa apabila manusia mengalami sesuatu mimpi atau peristiwa yang baik, maka diceritakanlah kepada orang lain, karena cerita baik itu akan memberi hikmah kepada orang yang mendengarnya, bahkan jika kebaikannya berupa ilmu pengetahuan maka harus diajarkan kepada orang lain. Sebaliknya suatu mimpi atau peristiwa yang buruk jangan diceritakan kepada orang lain, karena takut dikerjakan oleh orang yang mendengarnya. Keistimewaan mimpi : Mimpi merupakan salah satu media Allah untuk menyampaikan wahyu kepada rasulnya, disamping cara penyampaian wahyu melalui malaikat Jibril.
Turunnya wahyu ada yang berupa berita tentang sesuatu yang gaib, seperti ; tentang syurga, tentang neraka, Lauhil Mahfuzh dan sebagainya atau berita tentang yang selainnya. Semua berita wahyu melalui mimpi itu pasti benar, karena para rasul mendapat bimbingan langsung dari Allah. Lain halnya mimpi manusia biasa (selain rasul), isi mimpinya kemungkinan sesuai dengan kenyataan atau tidak sesuai, karena mimpi manusia biasa ada yang dari Allah yaitu mimpi baik dan ada pula dari syetan yaitu mimpi buruk. Seperti hadits riwayat At-Tirmizi diatas. Menurut para Hukama mimpi manusia selain rasul itu bisa di Ta'wil, maksudnya isi mimpinya itu disesuaikan dengan kehidupannya, seperti: Jika bermimpi naik ke atas langit, tandanya akan mendapat kekayaan dan rizkinyapun tidak akan kurang. Ta'wil mimpi seperti ini kemungkinan sesuai dengan kenyataan atau tidak sesuai. Lain halnya Nabi Yusuf, beliau rasul yang diberi wahyu oleh Allah tentang ta'wil mimpi yang benar.
Para ahli spiritual menjadikan alam mimpi itu sebagai media penerawangan, karena di alam mimpi jiwa manusia dapat menerawang ke alam nyata, seperti melihat tempat-tempat yang sangat jauh atau tempat-tempat yang belum dijamah oleh manusia, sedangkan jasadnya tetap ada ditempatnya. Atau dapat pula menerawang ke alam yang tidak nyata, seperti : syurga, neraka, lauhil mahfuz dan sebagainya. Pada dasarnya semua sepakat bahwa hanya sedikit saja yang mengetahui sesuatu yang gaib, kecuali Allah dan para Rasul, karena para rasul adalah utusan dan kekasih Allah.
Tetapi manusia yang beriman dan bertaqwa selain para rasul dapat pula melihat sesuatu yang gaib dengan secara " Mukasyafah " yaitu terbukanya tirai gaib atas izin Allah, atau atas petunjuk Rasulullah dengan bertawassul kepadanya agar diberi petunjuk untuk mengetahui sesuatu yang gaib melalui mimpi, karena mimpi bertemu Rasulullah seperti halnya bertemu beliau pada waktu jaga dan syetan tidak dapat menyerupai dirinya. Seperti halnya dalam ilmu spiritual memasuki alam nyata dan alam tidak nyata dalam mimpi dapat dilakukan dengan memohon kepada Allah dengan ritual tertentu agar diberikan petunjuk untuk melihatnya atau melaui petunjuk Rasulullah melalui mimpi, karena bertemu Rasulullah dalam mimpi sama halnya bertemu beliau dengan sebenarnya. Filosofi Isra dan Mi'raj : Berangkat dari pendapat Mufassir yang mengatakan : Nabi Muhammad saw Isra Mi'raj dengan ruhnya tanpa jasad, karena secara logika perjalanan Isra Mi'raj yang sangat hebatnya dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha terus menembus tujuh lapis langat sampai ke Sidratul Munthaha tidak dapat dilakukan dengan jasad, tetapi hanya dapat dilakukan oleh ruh yang bersifat halus (im-materiel).
Sebelum Isra Mi'raj terlebih dahulu Rasulullah melakukan pembersihan dan pengisian oleh malaikat Jibril. Pembersihan diri Rasulullah berupa pensucian hati dengan air zamzam agar hatinya bersih dan lapang kemudian malaikat Jibril mengisi jiwanya dengan ilmu, iman, hikmah, islam dan keyakinan, karena untuk menghadap Robbil 'Izzah harus dengan suci lahir dan bathin. Manusia seperti halnya Rasulullah dapat ber Isra MI'raj dengan melakukan shalat. Walaupun berbeda waktu dan kejadiannya, tapi pada hakikatnya sama yaitu melakukan perjalanan spiritual dari alam dunia ke alam akhirat. Sabda Nabi saw: " Shalat adalah Mi'rajnya orang mu'min " (Al Hadits). Sesungguhnya hakikat shalat adalah mengingat Allah dan menjauhkan diri dari hal-hal yang membuat lalai kepada Allah seperti halnya berzikir, karena shalat orang yang lalai tidak akan memberi manfaat pada dirinya
Dengan shalat yang khusuk berarti kita ber Mi'raj menghadapkan wajah kepada Allah seperti yang dilakukan Rasulullah ketika di Sidratul Munthaha, begitu pula dengan berzikir kita dapat melakukan perjalanan spiritual ke alam akhirat, karena berzikir tujunnya sama dengan shalat yaitu mengingat Allah. Tapi semuanya itu atas izin Allah dan hakikat sebenarnya hanya Allah yang mengatahui. Proses : > Terapi Pembersihan > Pelatihan Memasuki Alam Bahagia ( An Najah ) > Memasuki Alam Impian dengan Ilmu Arru'ya bil Haq. > Ketika bangun menyadari bahwa menjalani alam mimpi dalam keadaan sadar, bisa mengendalikan dan bisa mengingat semua mimpinya.
"" Ya Tuhanku ! Tambahkanlah pengetahuanku " (QS. Thaha : 114) Ketika Rasulullah membaca Al-Qur'an yang disampaikan oleh Jibril kepadanya dengan tergesa-gesa, beliau ditegur oleh Allah. Beliau diperintahkan membaca atau menirukan bacaan Jibril setelah Jibril selesai membacanya. Karena itu, Rasulullah diperintahkan oleh Allah agar memanjatkan doa : " Rabbii Zhidnii ilmaa ", karena setiap ayat yang diwahyukan kepada Rasulullah adalah ilmu yang Allah berikan kepadanya, untuk itulah, Rasulullah perlu meminta tambahan ilmu kepada Allah, agar apa yang diwahyukan Allah kepadanya mudah beliau hayati dan resapi.
> TERAPI NURSYIFA' : Berdasarkan Surat Al Fatihah - Al Qur'an dan As Sunnah, Menggunakan Teknologi Al Qur'an yang sangat Besar Manfaatnya dan Canggih. Oleh Karenanya Berjalan melebihi dan diatas Kondisi dan Pemikiran Manusia biasa. ( Sesuatu yang belum pernah Terfikirkan dan Terbayangkan Sebelumnya, Sulit untuk Memaparkan Ke Luarbiasaan-nya, Akan Tetapi Bersifat Nyata Dapat Dirasakan Langsung Manfaatnya ! ).> Mengapa Terapi NurSyifa' memiliki Efek yang begitu Ajaib? Sebab dalam bimbingan Prinsip diatas-normal Teknologi Al Qur'an akan menghasilkan Efek Penyembuhan, Perbaikan, Keberhasilan yang diatas-normal. > Bila Ingin memperoleh berbagai Manfaat yang Luarbiasa ini, silahkan datang dan dapatkan Kemampuan Teknologi Al Qur'an yang Diatas Pemikiran Normal dengan mengikuti bimbingan dan berbagai program di Terapi NurSyifa' ! Setelah Anda Mempelajari Info-info di Web-site Terapi NurSyifa' ini yang sangat lengkap dan luas ( lebih dari 1.000 pages ), dengan Fakta-faktanya yang jelas, lugas dan terperinci, Yakinlah bahwa tidak mungkin Kami Mengecewakan Anda. Dengan pengalaman praktek puluhan tahun, Kami siap melayani Anda...... Derita, Kesedihan, Kebencian, Dendam, Sakit hati YAYASAN NURSYIFA' Jl. Gg. Tembok 26 - Menteng Raya - Jakarta Pusat 10340 - Belakang Gedung Joang '45 -- Hotel Treva Int. Atau masuk melalui jalan Kantor Pos Cikini. Telpon : 62-21 314 7850, Hp.: 0816 14 23923, Hp.: 0856 105 1020, Hp.: (62-21) 988 77 826.
|
|
HOME - PENGOBATAN -INFO BARU - INFO INFO - TOPIK MINGGU INI - PENGALAMAN KESAKSIAN - KENANGAN AWAL BISA MENGOBATI - KHAZANAH ISLAMIYAH - PEMAHAMAN ISLAM LEBIH DALAM - KISAH GAIB |
|
TERAPI NURSYIFA' - MENGOBATI & MEMBERI BANYAK HIKMAH YG MANFAAT |